Potensi Formulasi Sediaan Sabun Padat Minyak Kelapa dengan Pengisi Kaolin Sebagai Media Pembersih Najis Mughallazah

Kamis, 18 Februari 2021
[ Total : 3131,
Rata - Rata : 4.9 ]
DAFTAR ISI


Penulis : VERA DIANA BR PANJAITAN.

Tanggal Terbit Skripsi :25 Agustus 2020.

Jenis File : PDF.

Jumlah Halaman : 83 Halaman.

Kata Kunci Skripsi : Minyak Kelapa, Kaolin, Sabun.

Abstrak

Al-Qur’an menjelaskan najis mughallazah harus disucikan menggunakan air sebanyak 7 kali dan salah satunya menggunakan tanah. Penambahan tanah liat pada sabun membantu menghilangkan DNA najis yang melekat dipermukaan kulit. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui pengaruh jumlah pengisi kaolin dan suhu reaksi terhadap kualitas sabun; mengetahui apakah formula sabun memenuhi syarat mutu SNI serta mengetahui apakah formula sabun mampu menghilangkan residu DNA Babi menggunakan analisa metode PCR. Reaksi dirancang pada 4 suhu reaksi (50ºC; 60ºC; 70 ºC; 80ºC), konsistensi kaolin (10%; 12,5%; 15%; 17,5% dan 20%). Proses reaksi penyabunan menggunakan minyak kelapa 70 gram dan NaOH 35% dilakukan diatas hotplate selama 10 menit dengan kecepatan pengadukan 250 rpm. Semua variasi sabun yang dihasilkan dilakukan pengujian sesuai SNI 3532:2016, lalu varian terbaik dari sabun akan digunakan sebagai sampel untuk menghilangkan residu DNA babi pada tangan manusia dengan analisa metode PCR. Hasil penelitian menunjukkan semua variasi sabun memenuhi standar SNI. Meningkatnya jumlah pengisi kaolin dan suhu reaksi pada sabun padat menjadikan sabun padat yang dihasilkan memiliki kadar air dan pH yang semakin besar, kadar asam lemak bebasnya semakin menurun, kekerasan sabun lebih rendah, serta tidak mempengaruhi stabilitas busa pada sabun. Hasil terbaik didapat pada sabun 15% pada suhu reaksi 50ºC yang memiliki karakteristik kekerasan sabun mendekati sabun konvensional dan 17,5% pada suhu reaksi 60ºC dengan karakteristik kadar air dan tampilan organoleptik yang baik. Sabun padat variasi terbaik yang digunakan untuk menghilangkan residu DNA babi mampu menghilangkan DNA najis yang dioleskan ketangan manusia pada pencucian pertama. Sedangkan perbandingan pencucian DNA menggunakan air mengalir dan Sabun konvensional menunjukkan sisa DNA pada elektroforesis PCR. Formulasi sabun padat kaolin yang dihasilkan dapat menghilangkan DNA serta memenuhi standart SNI 06-3532-2016.


Full PDF

Artikel Terkait