Pengaruh Rasio Molar Reaktan Dan Jumlah Katalis Pada Proses Pembuatan Biodiesel Dari Palm Fatty Acid Distillate Dengan Kondisi Vakum

Kamis, 18 Februari 2021
[ Total : 2427,
Rata - Rata : 4.9 ]
DAFTAR ISI


Penulis : ANGGARA DWITA BURMANA.

Tanggal Terbit Skripsi :02 Desember 2020.

Jenis File : PDF.

Jumlah Halaman : 80 Halaman.

Kata Kunci Skripsi : biodiesel, esterifikasi, PTSA, tekanan.

Abstrak

Biodiesel adalah salah satu bahan bakar yang dapat mensubstitusi bahan bakar minyak (solar). Biodiesel merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari minyak nabati maupun hewani. Salah satu sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak kelapa sawit. Pembuatan biodiesel umumnya dilakukan pada kondisi ≥ 1 atm dengan menggunakan katalis homogen dan heterogen, sedangkan pembuatan biodiesel pada kondisi vakum masih sangat minim dilakukan. Dalam pembuatan biodiesel dengan proses esterifikasi menggunakan katalis homogen, diketahui bahwa H2SO4 selalu digunakan sebagai katalis. Pada penelitian ini digunakan para-Toluen Sulfonat Acid (PTSA) sebagai katalis, hal ini merujuk kepada sifat-sifat dari PTSA yang juga merupakan asam kuat, selain itu dari segi pertimbangan ekonomi harga PTSA juga lebih murah dari H2SO4. Pada penelitian ini dilakukan variasi tekanan yaitu 700 mbar; 800 mbar; 900 mbar; 1000 mbar; 1100 mbar, variasi rasio molar yaitu 5:1; 6:1; 7:1; 8:1; 9:1; 10:1, variasi jumlah katalis yaitu 5%; 10%; 15%; 20%; 25% dan pengambilan sampel pada menit ke 60; 75; 90; 105; 120. Tekanan, rasio molar dan jumlah katalis serta waktu terbaik yaitu pada tekanan 800 mbar, rasio molar10:1, jumlah katalis 5% dan 120 menit.


Full PDF

Artikel Terkait