Pengaruh Metode, Jenis Pelarut dan Waktu Ekstraksi Terhadap Yield Minyak pada Ekstraksi Minyak Atsiri dari Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

Kamis, 18 Februari 2021
[ Total : 2348,
Rata - Rata : 4.9 ]
DAFTAR ISI


Penulis : ELISABETH GULTOM.

Tanggal Terbit Skripsi :26 Agustus 2020.

Jenis File : PDF.

Jumlah Halaman : 84 Halaman.

Kata Kunci Skripsi : Ekstraksi, Maserasi, Minyak Atsri, Sokletasi.

Abstrak

Minyak atsiri merupakan zat yang mudah menguap dan memiliki aroma khas yang ditemukan dalam tanaman. Kulit jeruk nipis merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat dijadikan minyak atsiri sehingga dapat digunakan sebagai bahan pewangi pada pembuatan sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan minyak atsiri dari kulit jeruk nipis agar dapat digunakan sebagai pengganti bahan pewangi sintetik pada sabun dan untuk mendapatkan metode, jenis pelarut, dan waktu terbaik untuk memproduksinya. Bahan baku yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah bubuk kulit jeruk nipis berukuran 50 mesh. Adapun kadar air bahan baku pada kulit jeruk nipis sebesar 76,5%. Metode ekstraksi yang dilakukan pada peneltian ini adalah maserasi dengan bantuan pengadukan sebesar 150 rpm dan sokletasi dengan waktu ekstraksi 6, 9, dan 12 jam. Pada penelitian ini digunakan rasio bahan baku dengan pelarut yaitu 1:10, serta jenis pelarut yang digunakan yaitu hekasana, etanol, dan aquadest. Adapun metode terbaik menggunakan metode sokletasi, menghasilkan yield sebesar 6,15% dan kadar limonene sebesar 44,87%, yang diperoleh pada kondisi waktu ekstraksi 12 jam, menggunakan pelarut heksana.


Full PDF

Artikel Terkait