Pengaruh Konsentrasi Koh, Waktu Ekstraksi, dan Waktu Aging dalam Sintesis Silika Gel dari Fly Ash Batu Bara

Kamis, 18 Februari 2021
[ Total : 3232,
Rata - Rata : 4.9 ]
DAFTAR ISI


Penulis : Joshua Edgar Theodorus Sihotang.

Tanggal Terbit Skripsi :10 November 2020.

Jenis File : PDF.

Jumlah Halaman : 84 Halaman.

Kata Kunci Skripsi : Fly Ash, Silika Gel, Konsentrasi Pelarut, Waktu Ekstraksi, Waktu Aging, Ekstraksi, Penjerapan.

Abstrak

Penelitian ini mempelajari tentang pembuatan silika gel dari abu terbang (fly ash). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi KOH, waktu ekstraksi dan waktu aging terhadap sintesis silika gel. Bahan baku utama berupa fly ash yang diperoleh dari PT SOCI MAS Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode leaching. Penelitian diawali dengan melakukan preparasi fly ash yaitu mencuci fly ash dengan CH3COOH 2 N untuk menghilangkan zat pengotor kemudian fly ash dikeringkan. Fly ash selanjutnya diekstraksi dengan KOH dengan variasi konsentrasi 3; 3,5; 4,5; dan 5 N pada suhu 130°C selama 140 dan 160 menit. Proses pembentukan gel dilakukan dengan penambahan CH3COOH 2 N ke dalam larutan kalium silikat dan kemudian dilakukan tahap aging dengan variasi waktu aging selama 14, 15, dan 16 jam. Karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah Fourier Transform Infra-Red (FTIR), Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), X-Ray Diffraction (XRD), dan uji daya jerap uap air. Yield silika gel tertinggi diperoleh pada konsentrasi KOH 5 N dengan waktu ekstraksi selama 160 menit dan waktu aging 16 jam sebesar 29,98%. Daya jerap uap air tertinggi diperoleh pada konsentrasi KOH 4,5 N dengan waktu ekstraksi selama 140 menit dan waktu aging 15 jam sebesar 891,30 mg/g. Hasil karakterisasi FTIR pada fly ash dan silika gel yang diperoleh mengandung gugus fungsi hidroksil (-OH), silanol (Si-OH), siloksan (Si-O-Si), dan Si-O. Hasil karakterisasi SEM-EDX pada fly ash diperoleh kandungan silika sebesar 41,79% dan partikel berbentuk magnetit, hematit, quartz, dan karbon dan pada silika gel yang diperoleh sebesar 41,55% dimana kristal berbentuk quartz dan amorf. Hasil karakterisasi XRD pada silika gel menunjukkan bahwa kristanilitas yang dimiliki sebesar 7,69% dan karena fasa yang dominan berupa fasa amorf maka disimpulkan ukuran kristal yang terbentuk sangatlah kecil sehingga tidak dapat ditentukan.


Full PDF

Artikel Terkait