Ekstraksi Tanin Dari Buah Balakka (Phyllanthus emblica L.) dengan Bantuan Microwave: Pengaruh Daya Microwave dan Perbandingan Massa Kering terhadap Jumlah Pelarut Etil Asetat

Rabu, 17 Februari 2021
[ Total : 2706,
Rata - Rata : 4.9 ]
DAFTAR ISI
Ekstraksi Tanin Dari Buah Balakka (Phyllanthus emblica L.) dengan Bantuan Microwave: Pengaruh Daya Microwave dan Perbandingan Massa Kering terhadap Jumlah Pelarut Etil Asetat


Penulis : HENDRI ANGKASA.

Tanggal Terbit Skripsi : JANUARI 2021.

Jenis File : PDF.

Jumlah Halaman : 64 Halaman.

Kata Kunci Skripsi : buah balakka, ekstraksi, etil asetat, microwave-assisted extraction, tanin.

Abstrak

Tanin adalah senyawa fenolik dengan kelimpahan yang cukup besar di alam. Buah balakka mengandung 28% tanin dari total tanin yang terdistribusi di seluruh tanaman. Metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) merupakan suatu metode untuk mengekstrak zat aktif dengan bantuan gelombang mikro yang relatif lebih hemat waktu dan pelarut. Pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi buah balakka menggunakan metode MAE. Buah balakka sebanyak 2 gram diekstraksi selama 1 menit dengan variabel operasi daya microwave (100 W; 180 W; 300 W; 450 W dan 600 W). Percobaan dilanjutkan pada kondisi daya yang menghasilkan yield tertinggi dengan variasi rasio buah balakka dengan etil asetat (1/10 g/mL; 1/20 g/mL; 1/30 g/mL; 1/40 g/mL dan 1/50 g/mL). Kandungan tanin dalam ekstrak dianalisa dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Gugus fungsi yang terdapat pada hasil ekstrak buah balakka dianalisa dengan metode Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Ekstrak buah balakka terbukti mengandung tanin pada uji kualitatif dengan gelatin dan FeCl3 serta pada analisis FTIR. Adapun peningkatan daya microwave pada proses ekstraksi menggunakan metode MAE menyebabkan yield tanin mengalami penurunan. Yield tanin tertinggi diperoleh pada kondisi daya microwave 100 W dan rasio buah balakka terhadap etil asetat 1/50 g/mL yaitu sebesar 36,86 mg/g.


Full PDF

Artikel Terkait